Pages

HyoYeon

HyoYeon
Kita Bukanlah Makhluk Yang Sempurna...
Kita pun bukan makhluk yang bisa melakukan segalanya...
Akan tetapi kita bisa membuat ini berharga jika bersama :) (F)

Kamis, 22 Maret 2012

Cinta Ku Hitam Putih Part.11

Bismilahirahmanirahim............


C
E
K
I
D
O
T


Ify melihat semua kejadian itu. Terulang kembali di saat seperti ini. Ify hanya meneteskan air matanya..... dan memegang erat pegangan kursi roda yang ada di sampingnya............

" Bagaiamana kamu suka?" Tanya Rio kepada Pricilla
" Suka Rio"
" Aku tau, kamu suka sama kembang api" 
" Iya, makasih ya"
" Sama-sama"
 " Sekarang kamu tidur. Kata dokter besok kamu udah boleh pulang, asalkan gak boleh banyak gerak dulu. Sementara waktu, kamu gak kuliah. Aku udah telfon pihak kampus, dan kamu gak boleh makan yang sembarangan. Terus.. ini" Kata Pricilla yang langsung memberikan kaca mata kepada Rio
Rio mengambil kaca mata itu, dan memakainya.
" Makasih ya.." Rio memberikan kaca mata Pricilla
" Sekarang kamu tidur, ayo cepat." Perintah Pricilla yang membantu Rio menidurkan badannya dan menutup dengan selimut.
" Makasih" Kata Rio
" Iya, mimpi indah ya" Kata Pricilla
" Iya"
Rio langsung menutup matanya. 

Pricilla berjala ke arah sofa tamu. Sesampainya disana, Pricilla duduk dan melihat ke arah luar jendela. Dia sedang memikirkan sesuatu. 
" Aku harus tau diri. Rio memang mencintai aku, tapi... di lain sisi ada orang yang mencintai Rio. Aku gak boleh egois. Aku senang dengan Rio,Rio pun begitu. Ify.. Ify tidak begitu. Dia sakit. Hati yang tergores pasti sakit. Apalagi dengan laki-laki yang dicintai. Aku harus cari cara agar mendekatkan mereka, dan membuat hati Rio luluh dengan Ify. Mulai sekarang, aku harus mulai menjauh dari Rio. Kisah cinta ku dengan Rio tidak seperti dulu yang selalu indah dan manis. Sekarang keadaannya beda. Aku harus menerima dan memberinya kepada orang lain." Kata Pricilla.

Keesokan paginya, Rio sudah siap untuk pulang. Pricilla masih dengan moto nya tadi malam. Dia akan mulai menjauh dari hidup Rio dan memberi kesempatan untuk Ify. Begitu juga dengan Ify. Ify pulang hari ini. Kalau Ify memang sudah tidak sakit. Mungkin, hanya pusing saja. Saat Pricilla,Rio,dan Shilla berada di depan loby rumah sakit menunggu mobil yang di ambil oleh Debo, dari belakang terdengar suara mamahnya Ify yang sedang berbicara dengan Via. Ify ada di belakang yang jalan dengan Alvin. Mobil Ify da Rio berbarengan datang. Rio sempat melihat ke arah Ify, Ify pun demikian. Mata Ify sudah berkaca-kaca. Ify segera menaiki mobilnya.

Saat di jalan Rio mencoba mengajak bicara Pricilla.
" Priss... kamu kenapa. Kok diam aja, sakit?" Tanya Rio
" Engga kok" Jawab Pricilla singkat
" Tapi, muka kamu agak pucat. Kamu benar gak kenapa-napa?" Kata Rio
" Engga Rio" Jawab Pricilla
" oke"
" Maaf Rio. Aku ngelakuin ini demi Ify dan supaya kamu bisa hargai Ify" Kata Pricilla dalan hati

Saat masuk apartement sudah ada Fanny dan Pingkan. 
" Selamat datang di tempat semula" Kata Fanny
" Iya...." Sambung Pingkan rada jutek
" Makasih ya" Kata Rio.

Rio langsung diantarkan ke kamarnya. Shilla langsung keluar dari kamar Rio, Pricilla juga mau keluar, tapi di panggil sama Rio.
" Priss...."
Pricilla membalikan badannya
" Iya" Jawab Pricilla yang langsung duduk di samping Rio
" Kamu marah sama aku? Dari tadi aku perhatiin kamu cuek sama aku. Kamu jujur Priss. Aku jadi gak enak sama kamu" Kata rio
" Aku gak marah sama kamu. Aku cuman lagi........ emm... gak enak badan aja. Jadi.. aku mau izin pulang dulu. Nanti sore aku kesini lagi. Aku mau ajak kamu jalan. Kamu mau kan?" Kata Pricilla
" Kamu minum obat ya. Iya, kamu istirahat aja dulu. Kalau masih sakit gak usah" Kata Rio
" Iya" Jawab Pricilla
" Kamu hati-hati ya" Kata Rio
" Iya"
Pricilla pun keluar kamar Rio dan langsung pulang ke apartementnya. Pricilla langsung menelfon Ify.
" Halo Ify" Sapa Pricilla
" Halo juga,Priss. Ada apa?" Tanya Ify
" Kamu udah sehat?"
" Alhamdulilah udah mendingan."
" Aku boleh ke rumah kamu gak?" Kata Pricilla
" Emm... boleh aja. Kamu udah tau rumah aku?"
" Udah. Tau dari Oik. Tunggu aku 30 menit lagi ya" Kata Pricilla
" Siap"

Pricilla langsung mematikan hp dan segera ke rumah Ify. Ify masih bingung dengan mau datang nya Pricilla ke rumahnya.
" Mau apa ya Pricilla ke sini?" Heran Ify
Tiba-tiba ada ketukan pintu kamar Ify. Orang itu pun masuk ke dalam. Ify yang sedang berada di sofa dekat tempat tidurnya langsung berdiri.
" Alvin... ada apa?" kaget Ify
" Fy, gw mau ngomong sama lu. Kita bisa ya.. keluar lah sebentar" Kata Alvin
" Maaf ya,Vin. gw bukannya gak mau di ajak jalan sama lu. Tapi, nanti Pricilla mau kesini" Kata Ify
" Pricilla? ngapain?" Alvin agak kaget dengan perkataan Ify.
" Aku juga gak tau. Kalau mau bicara, ya udah ngomong aja" Kata Ify
" Oke, disini aja" Kata Alvin yang setuju.
Mereka berdua mengobrol di balkon Ify. Balkon kamar Ify cukup besar yang ada bangku nya. mereka duduk di sana.
" Ada apa,Vin?" Tanya Ify
" Fy, emm.. gw berat katakan ini sama lu. Tapi, gw gak bisa nahannya. Gw harus bilang sama lu" Kata Alvin
" Bilang aja. Gw gak bakal marah" Kata Ify
" Fy, gw suka sama lu. Gw benar-benar di racuni sama lu. Sejak putus sama Zevana. Gw benar-benar sakit hati. Tapi... gw dekat sama lu. Dangw jatuh cinta sama lu. lu baik, pintar, pengertian, cantik pula. Fy, gw tahu lu suka sama Rio. Rio juga sahabat gw kok. Gw lebih sayang sama lu, jangan lu tunggu cinta yang gak mungkin datang. Rio dan Pricilla benar-benar kuat akan cinta mereka. Mereka sudah lama pacaran. Lebih baik, lu mundur dari Rio. Gw bukannya menghalangi atau menjelek-jelekan Rio. Tapi... Ify.. lu buka mata hati lu untuk gw. Gw sayang sama lu. Gw bakal membantu lu hilangkan sakit lu itu. Kasih gw kesempatan" Kata Alvin
Ify hanya diam memandang ke atas langit. Hari ini suasana begitu sejuk. Sampai akhirnya Ify menarik nafas nya dan melihat ke arah Alvin.
" Alvin... gw hargai ketulusan lu dan keberanian lu. Tapi jujur, Rio lah yang ada di hati gw. Walaupun hati nya sudah di miliki orang lain, tapi belum seluruhnya di miliki. Rio... dia buat aku buta karena cinta. Aku tak peduli dia sudah di miliki atau belum. Walaupun, kadang sakit di permainkan dan di gantungkan oleh Rio. Tapi, itulah yang membuat gw selalu bertahan. Gw selalu rela berkorban demi dia. Gak ada kata sakit kalau dia tersenyu,. Senyumnya dia yang buat gw luluh. Saat gw tau Rio pacaran dengan Pricilla. Hati gw memang hancur dan rasanya mau mati, tapi.. Pricilla baik sama gw. Dia gak buat gw panas. Dia selalu bantu gw untuk dekat dengan Rio. Alvin.. gw hanya bisa menganggap lu sebagai teman. Gak lebih, gw harap lu gak marah sama gw dan gak benci sama Rio" Kata Ify dengan tulus. #cocweeettt
" Gw udah gak bisa bilang apa-apa. Semoga lu senang dan dapat bersama Rio. Tapi ingat,Fy. Gw ada untuk lu. Gw selalu menjadi yang terbaik untuk lu" Kata Alvin sambil berdiri dan langsung pergi dari hadapan Ify.

Tidak lama kemudian, datang Pricilla ke kamar Ify. Kamar Ify memang kebuka, Ify yang baru dari balkon melihat Pricilla yang baru datang. Ify langsung mengajak Pricilla ke balkon.
" Ada apa,Priss.?" Tanya Ify
" Kamu ada acara gak nanti sore?" Tanya Pricilla
" Engga. Memang ada apa?" Jawab Ify
" Emm.. begini. Tapi, kamu udah boleh keluar rumah kan?" Kata Pricilla
" Udah kok. Aku kan udah sehat" Jawab Ify
" Oke. Nanti sore sekitar jam 3 aku mau ajak jalan kamu. Bareng Rio lho" Kata Pricilla
Ify tersenyum mendengar kata Rio
" Rio... memang dia udah boleh keluar rumah?" Kata Ify
" Boleh. Asalkan dia gak banyak gerak" Kata Pricilla
" Oh"
" Jadi.. mau ikut?" Tanya Pricilla
" Boleh deh."
" Aku jemput kamu ya" Kata Pricilla
" Gak usah, aku aja jalan sendiri. Biar kamu udah nunggu di sana, dimana?" Kata Ify
" Emm... tunggu ya..." Pricilla mengeluarkan kertas kecil dan pulpen. Dia menulis alamatnya
" Ini, aku harap kamu bisa datang" Kata Pricilla yang memberikan kertasnya
" Oke. Insya Allah aku datang ya" Kata Ify
" Aku gak lama-lama,Fy. Aku ada urusan lain. Sampai jumpa jam 3 ya" Kata Pricilla
" Iya"
Ify langsung mengantarkan Pricilla ke bawah.

Ternyata Sivia mendengar perkataan Alvin kepada Ify. Sejak mendengar perkataan itu, Sivia langsung menangis dan berlari ke taman dekat perumahan. Dia menangis di dekat ayunan. Akhir-akhir ini, Sivia memang menyukai Sivia. Sivia kira, Alvin dekat dengannya itu karena,Alvin suka dengan dia. Tapi, tidak. Alvin malah menyukai sahabatnya. Sungguh hancue perasaan Sivia. Dia bisa di bilang gadis yang gak gampang jatuh cinta. Ini adalah cwo pertama yang dicintainya. Tapi, malah menghancurkan perasaannya. Sivia adalah seorang artis yang namanya sedang banyak di bicarakan karena, membintangi film pertamanya bersama Oik. 
" Ahhh.. kenapa semua jadi seperti ini.... kenapa... kenapa....... rumit banget sihh nge jalanin yang namanya jatuh cinta. Orang yang gw suka ternyata suka sama sahabat gw sendiri. Bukan salah Ify, tapi.. hati gw sakit sejak Alvin bilang cinta sama Ify. Gw gak kalah cantik dari Ify. Kenapa Alvin suka sama dia, dan Ify memang cantik, tapi kenapa.. kenapa Rio gak suka sama dia? Ahh... masa bodo" Kata Via yang langsung jalan entah kemana.

Sivia terus berjalan........ dia gak tau mau kemana. Mau pulang.. tapi di rumah sepi. Dia terus berjalan..... mungkin lebih baik kalau dia tenang. 

Sampai akhirnya, dia menemukan tempat yang menurut dia bisa di jadikan tempat yang bisa buat di tenang. Yaitu... tempat sungai yang jernih. Dia mencelupkan tangannya dan mengambil air itu untuk membasai mukanya. Via cukup lega karena udara dan tempat yang begitu indah. Tapi...  perasaan hancurnya masih di rasakan. Via.. mencari tempat yang lebih baik untuk duduk. Sampai akhirnya, dia memutuskan untuk berdiri sejenak di atas jembatan yang di bawahnya ada sungai. Dia memandangi matahari yang memang nampak,
tapi... tidak terlalu memamerkan panasnya. Hari ini memang cukup sejuk.
" kenapa ya... gw bisa bertepuk sebelah tangan. gw lihat... orang-orang dengan gampangnya dekat dengan orang yang mereka cintai. Tapi.. cinta gw engga. Malah yang lebih menyakitkan, cinta yang gw harapkan jatuh di sahabat gw sendiri. Alvin... dia ganteng juga." Kata Via yang terus memandang sungai di atas jembatan.

Sivia memutuskan untuk duduk di pinggiran sungai. Dia melihat ke atas pohon. Ada seekor burung yang sedang memberi makan kepada anak-anaknya. 
" Uhhhh... gw jadi kagen ibu gw. Kapan ya... ibu gw pulang" Kata Via
" Gw gak boleh marah sama Ify. gw harus tanya sama Ify. Bagaimana cara mempertahankan perasaan cinta kepada seseorang. Iya.. gw harus kesana. Tapi... sebelumnya... gw mau ke rumah dulu. Mingkin, ibu gw udah pulang" Kata Via yang langsung berlari menaiki bukit. 

Sambil mengisi waktu luang... Ify memaikan pianonya yang berwarna putih. Nadanya hampir kedengaran di telinga. Suara Ify yang merdu mulai terdengar.

Telah lama sendiri

Dalam langkah sepi

Tak pernah kukira bahwa akhirnya

Tiada dirimu di sisiku  

Meski waktu datang dan berlalu


Sampai kau tiada bertahan


Semua takkan mampu mengubahku


Hanyalah kau yang ada di relungku


Hanyalah dirimu Mampu membuatku


jatuh dan mencinta


Kau bukan hanya sekedar indah


Kau tak akan terganti

Mamahnya Ify hanya melihati Ify sambil meminum minuman kesukaannya di sofa. Anaknya memang pintar banget dalam urusan menyanyi. Mamahnya Ify langung ingat akan lomba di Jakarta. Mamahnya Ify langsung membuka internet di hpnya. Di temukan lah perlombaan itu. Perlombaan menyanyi dan memaikan alat musik. Langsung saja mamahnya Ify men download formulirnya.


Jam terus berputar, sampai akhirnya sudah mendekati jam 3. Ify langsung bersiap-siap. Setelah itu, dia meminta izin kepada mamahnya. Mamahnya tidak takut kerana jalan dengan Rio. Apalagi ada Pricillanya, setelah mendapat izin langsung saja Ify menuju tempat yang di kasih alamatnya sama Pricilla.

Rio dan Pricilla sudah datang sejak 10 menit yang lalu, mereka berjalan-jalan dulu. Walaupun Rio hanya bisa duduk di kursi roda, tapi dia bahagia bisa bersama Pricilla.
" Priss... kamu mau ngajak aku kesini mau apa?" Tanya Pricilla
" Aku mau kasih kejutan. Memang kamu aja yang bisa, aku juga" Jawab Pricilla
" Oke. Aku tunggu dan aku ikutin"
" Kita kesana ya" Ajak Pricilla
" Iya"

5 menit kemudian... Ify sudah datang ke tempat yang Pricilla bilang. Ify masih bingung di ajak kemana. Tempatnya beda banget dari selera Rio. 
" Apa ini jalan pintas?" Fikir Ify

Ify segera mencari Pricilla dan Rio. Pricilla dan Rio sedang terus berjalan. Sampai akhirnya, Ify melihat perempuan berbaju coklat panjang dan celana berwarna hitam yang minim dan membawa tas kecil selempang sedang mendorong kursi roda, dan Ify yakin itu Pricilla dan Rio. Tapi.. saat Ify ingin menghampiri mereka, ada perempuan yang kelihatan sudah berumur 40-50 tahun menghampiri Ify.
" Nak... kamu mau bantu saya?" Kata ibu-ibu itu
" Emm.. bantu apa ya,Bu?" Kata Ify
" Disana. Anak saya kakinya masuk ke dalam lubang kecil. Tapi, tidak bisa di keluarkan. Bantu ya.." Kata ibu itu
" Iya bu" Ify segera ke arah yang di tunjuk ibu-ibu itu

Pricilla dan Rio masuk ke dalam gedung. Saat masuk Rio merasa aneh, kenapa Pricilla membawa ke gedung yang bisa di bilang seperti tempat penyimpanan barang-barang. Gedung itu cukup gelap, tidak ada lampu dan terasa kotor serta berdebu. Cahaya hanya dari fentilasi yang ada di atas-atas gedung. Barang-barang seperti bangku, kayu-kayu panjang serta lebar yang bertumpuk sangat lah banyak. Di langit-langit debu dan binatang kecil sudah menempatinya. Rio merasa asing dan tambah heran. Apalagi Pricilla terus membawa Rio. Tanpa berhenti.
" Priss... ini tempat apa?? mau ngapain?" Tanya Rio sambil melihat sekelilingnya
Pricilla tidak menjawab hanya tersenyum dengan pandangan ke depan.
" Priss... jawab aku. Kamu mau kemana?" Kata Rio yang nadanya lumayan tinggi
Tetap saja Pricilla diam.
Rio pun berhenti bertanya dan hanya diam mngikuti Pricilla

Ify sudah selesai menolong ibu-ibu tadi. Ify langsung berlari mencari Pricilla dan Rio.  Ify sudah mencarinya... tetapi tidak di temukan. Sampai di depan gedung yang lumayan besar,Ify terdiam.
" Ini kan punya Rio" Kata Ify yang menemukan sarung tangan berwarna coklat di depan pintu gedung.
Ify segera masuk ke dalam. Saat dia masuk, dia sangat terkejud dengan keadaan gedung. Ify hanya menutup matanya sejenak, dan dia langsung berlari
" Pricilla.... rio............." Teriak Ify yang terus berlari di dalam gedung

" Priss... kita mau kemana?" Kata Rio yang heran Pricilla berhenti
" Emmm.... Rio aku sayang banget sama kamu. Tapi... aku bawa kamu kesini mau bilang kalau aku mau ajak kamu ke..........." Pricilla langsung membuka jendela dengan pemandangan yang menakjubkan. Ada air terjun dan gunung... serta kabut yang mengelilingi gunung. Taman yang indah pun terlihat dari sana. Rio hanya diam.
" Di halaman yang hijau dan luas itu. Kamu akan belajar jalan. Tempat ini bagus kan?" Kata Pricilla
" Bagus pemandangannya Priss... bukan gedung ini" Jawab Rio
" Iya.. aku tahu pasti kamu heran. Aku menemukan tempat ini karena aku mau...."
" Apa?"
" Aku mau kamu tau seberapa besar cinta Ify sama kamu. Lihat...." Pricilla memberikan Ipadnya yang terlihat Ify sedang panik mencari-cari Rio dan Pricilla. Pricilla sudah memasang cctv.
" Lihat Rio.. dia sangat khawatir sama kamu." Kata Pricilla
" Priss... harus berapa kali aku bilang??? Aku hanya suka sama kamu. Gak ada yang lain, kamu gak usah suruh aku suka sama Ify" Kata Rio
" Kamu ikutin aja dulu semuanya. Lihat lagi" Kata Pricilla yang menyuruh Rio melihat Ipad nya

Saat dia mau menaiki tangga. Ada 2 orang laki-laki yang menjegadnya, Awalnya Ify kaget dengan hentakan suaranya. Tapi demi Rio dia tidak akan takut.
" Saya mau mencari Rio. minggir" Kata Ify dengan beraninya
" Engga bisa lawan gw dulu"
" Oke... gw gak takut sama lu. Demi Rio.. apapun gw lakukan"
" Payah lu"
" Gw gak payah... emang benar. Demi Rio bakal gw lakukan. Sampai suruh mati pun gw pasti mau" Kata Ify yang ngotot
" Silahkan lu naik, cari dehhh yang namanya Rio.Kalau sampai gak ketemu. Lu gw hajar"
" Iya..."
Ify langsung naik ke atas. Pricilla mematikan IPad nya

" Gimana Rio?" Tanya Pricilla
" Tetap kamu Priss"

Tiba-tiba ada seseorang yang datang. Anak laki-laki yang berbadan tinggi, dan berwajah manis menghampiri mereka.
Pricilla pun berdiri
" Dia siapa Priss..." Tanya Rio
" Dia... dia pacar aku Rio... Maaf ya... aku gak kasih tau kamu. Dari kemarin, kamu aku suruh sama Ify karena itu. Aku udah punya pacar. Aku minta maaf ya.,... Dia Even. Dia orang Indonesia yang tinggal di Holland." Kata Pricilla dan langsung Pricilla pergi dengan cepat dengan cwo yang bernama Even.
" Priss.... Pricilla............" Teriak Rio.
Rio mencoba mengejar Pricilla dengan kursi rodanya. Tapi yang terjadi adalah tubuh Rio jatuh ke bawah. Dia berusaha tetap dengan mengesot. Dan terus memanggil nama Pricilla. Walaupun badannya sakit. Badan Rio sudah sangat sakit. Dia bersender di tembok dengan tangis yang tak percaya. Pricilla menghiyanati dia. Tangan kanan Rio terus memegangi tangan kirinya. Badannya terus terasa sakit. Tapi.. Rio tetap memanggil nama Pricilla.





Waduh... Pricilla jahat banget.
Even itu benar cwo nya gak? atau hanya berpura-pura?
Ify nemui Rio gak? Dan gimana perasaan Rio setelah di perlakukan sekejam itu dengan Pricilla? masih sayang kah? Atau benci? Sekarang siapa yang sakit hati? Rio pasti, Bagaimana dengan nasib Ify? Rio menerima cinta Ify atau engga ya? Dan bagaimana juga dengan Alvin yang patah hati dan Sivia yang masih terpuruk karena melihat orang yang dicintainya menembak sahabatnya sendiri? Ohhh iya... bagaimana dengan Debo dan Itte? Udah lama tuh... bagaimana ya jadinya ini cerita??

Temukan semua jawabannya di lanjutan Cinta Ku Hitam Putih!!!!!!!!!!!

Oke... See You :)




NO COPAS




DARE TO BE RISE

0 komentar:

Poskan Komentar